Kenapa aku selalu gagal dalam cinta?
 |
| Ilustration: Cewek Patah Hati |
Tanya:
Saya seorang mahasiswi berumur 20 tahun. Saya ingin berkosultasi masalah cinta.
Saya
memiliki seorang kekasih. Hubungan kami sudah berjalan sekitar 2 bulan.
Dia merupakan orang yang saya dambakan sejak SMA. Awalnya dia tidak
tahu. Namun, setelah jadian saya memberitahukannya bahwa dia orang yang
saya taksir sejak lama.
Kebetulan
masa pendekatan kami sangat cepat. Sekitar 2 minggu, lalu langsung
jadian. Menurut saya hal itu bukanlah masalah untuk saya, karena saya
sudah mengenalnya sejak lama.
Namun, dia tidak. Ternyata, belum lama ini dia menyatakan kepada saya bahwa sesungguhnya dia tidak mencintai saya.
Padahal
saya teramat sangat mencintainya. Dia berkata dia mendekati saya hanya
untuk pelarian terhadap mantannya. Memang awalnya dia menyukai saya,
namun, ternyata dia sadar bahwa saya tidak bisa membuatnya melupakan
mantanya.
Dia belum
bisa melupakan mantannya yang telah berpisah sejak setahun yang lalu.
Saat dia meminta berpisah, saya tidak mengizinkannya.
Saya
merasa bodoh dan malu karena telah memohon kepadanya untuk tidak
meninggalkan saya. Namun, untuk saat ini saya memang sedang sangat
mencintai dia dan tidak ingin berpisah. Saya tidak berpikir sampai ke
pelaminan dengan dia. Namun, untuk sekarang saya sangat mencintai dia.
Dipikiran saya, saya mampu membuatnya lebih nyaman bersama saya karena
saya sangat mencintai dia dan saya mencintai dia apa adanya.
Saya
belum pernah mencintai orang setulus ini. Cara berpikir saya memang
kekanak-kanakan dan agak berlebihan. Mungkin itu yang membuatnya pergi
dari saya.
Sebelum
ini, saya juga mendapat beberapa penolakan dari pria yang saya inginkan.
Sebenarnya factor apa yang membuat pria tidak dapat bertahan lama
dengan saya?
Jika
masalah masa depan dan financial, saya cukup mapan. Saya seorang
mahasiswi kedokteran gigi dan dari kalangan menengah keatas. Wajah saya
juga tidak jelek. Saya melakukan perawatan dan dandan. Apakah ini karma
atau ada yang harus saya perbaiki dari diri saya? Apa yang harus saya
lakukan sekarang? Bagaimana cara mendekatinya lagi dari awal dan
membantunya melupakan mantannya? Terima kasih
(Ranti 20th, Indonesia)
Jawab:
"Karma
adalah hukuman langsung dari sang pencipta sebagai buah benih dari
tindakan atau ucapan yang pernah kita lakukan di masa lampau" (Anonim)
Sory atas keterlambatan balasan kami ini ya.....
Well Bila
menurut kamu atas apa yang terjadi padamu adalah sebuah karma, Coba
renungkanlah kembali..!! Apakah dalam masa lalu kamu, pernah membuat
orang lain atau siapapun yang mungkin mengalami hal yang hampir sama
dengan apa yang kamu rasakan ini?
Bila
jawaban kamu "Tidak" berarti ini bukanlah sebuah karma. Tapi bila
jawaban kamu adalah ia ada sedikit kemungkinan yang mungkin berlaku.
"Kehidupan itu sejalan dengan apa yang ada dalam prasangka manusia" (Echa & Very H)
"Nasib itu ada di tanganmu" (Pepatah lama)
Nah, oleh karena itu
coba kamu berprasangka dan berusalah untuk merubah mindset kamu tentang kehidupan cintamu!
Masih banyak dari teman kita di luar sana yang jauh lebih berat cobaannya dalam kehidupan cinta mereka.
Nah setelah kamu rubah mindset kamu ke arah yang jauh lebih positif, mari kita bahas tentang cinta itu sendiri!!
Cinta adalah perasaan yang lahir dalam hati manusia yang ditujukan
kepada sesamanya dan lebih kusus kepada pasangan (lawan jenis)nya.
Jadi Cinta bukan tentang gemilangnya masa, seberapa banyak financial
yang kamu miliki atau seberapa cantik paras yang kamu miliki.
Benar, tidak dapat di pungkiri lagi hal-hal diatas berperan cukup besar
dalam menarik hati pasangannya atau justru malah membuatnya minder
karena kesempurnaan yang kamu miliki.
Hal-hal diatas berperan sekitar 49 persen untuk menarik hati sebagian
besar pria (pengharap) diluar sana. Namun, ini juga menjadikan kamu
seorang wanita yang terlalu sempurna bagi beberapa pria lainnya, dan
mungkin juga adalah pria yang kamu sayangi.
Tapi, kita nggak usah berfikiran negatif ya.....!!! karena itu semua adalah nilai positif bagi kamu.
Emm... tapi disini ada satu masalah yang cukup sulit. Yaitu perasaan
orang yang kamu sayangi, pacar kamu tersebut. Bila benar dia telah
berkata bahwa "dia
mendekati saya hanya untuk pelarian terhadap mantannya. Memang awalnya
dia menyukai saya, namun, ternyata dia sadar bahwa saya tidak bisa
membuatnya melupakan mantanya." Itu artinya pacar kamu tersebut, tidaklah mampu menyayangimu sepenuh hatinya.
Bila benar kamu sayang dan cinta padanya, tentu kamu ingin melihatnya bahagia. So, (maaf) kamu bisa mengalah dan melepasnya.
Mungkin ini sangat hopeless banget buat kamu. Tapi,
ini adalah jalan terbaik. Apakah kamu mau memiliki seseorang yang hanya
bisa memberimu harapan palsu? Tentu tidak kan? meski, kamu juga tidak
berharap menjadi pasangan sejatinya?
Sekarang menuju masalah sikap. Ya.... sikap
kamu yang kekanak-kanakan mungkin adalah nilai lebih bagi beberapa pria
yang ingin memiliki seseorang yang bisa ia sayangi. Tapi, sebagian
besar pria. Lebih memilih cewek yang memiliki sifat dewasa dan cukup
matang yang mampu menjadi tempatnya berbagi keluh dan kesah.
Namun,
jangan langsung kamu buang jauh-jauh sikap kekanak-kanakanmu itu!
Karena pada saat yang sama pria juga sangat menyukai sifat cewek yang
mampu membuatnya bahagia dengan sikapnya yang kadang kurang masuk akal.
Pernah
nonton Drama seri korea? "Prince Hour"? tentu sudah kan? Nah, sifat yang
seperti di tunjukkan pemeran utama wanita dalam film tersebut memiliki
persentase yang cukup besar untuk menarik hati seorang pria. Tapi ingat
ya, untuk tetap menjadi diri kamu sendiri! Tapi dengan pembawaan yang
baru. Jangan menjadi orang lain. Ok!
Nah, semoga sukses ya...!!! Oya,
kami yakin pria tersebuat yang kamu sayangi bukanlah orang yang tepat
buat kamu. ia hanya cerminan sosok yang kamu dambakan jadi ia hanyalah
orang yang kamu kagumi saja. Cinta sejatimu dan kebahagiaan kamu masih
tersedia dalam jumlah yang sangat banyak. Jadi jangan jadi katak dalam
tempurung dengan hanya memikirkan orang yang nggak cinta dan sayang ma
kamu ya.....!!!!
Sumber : http://tuliscinta.blogspot.com/2012/10/kenapa-aku-selalu-gagal-dalam-cinta.html
Post a Comment